Rabu, 07 Oktober 2015

Bagaimana menjawab pertanyaan ya? Hmmmmm?



Sebenarnya dunia ini tidak penuh dengan pertanyaan

Hanya saja tak banyak orang yang mempunyai pengetahuan mendalam

Dan tak banyak orang pula yang ingin membagi pengetahuannya

Bukan karena dia pelit ilmu

Melainkan tak banyak orang yang peduli dengan kemampuannya


Itulah mengapa di dunia ini menjadi penuh dengan pertanyaan

Dari yang sepele sampai yang rumit

Dari yang tabu sampai yang booming

Dari yang rancu sampai yang jelas

Dari penting sampai yang gak penting

Dan dari yang dasar sampai yang mendalam


Pengetahuan butuh umur

Karena otak manusia berkembang setiap tahunnya

Beda pengetahuan setiap orang beraneka ragam

Uniknya dipengaruhi oleh sifat


Dibedakan dari cara tangkap

Dibedakan dari pengalaman

Dibedakan dari sekolah

Dibedakan dari asupan makanan

Dan masih banyak ragamnya lagi


Lalu bagaimana kita menjawab pertanyaan yang ada di otak kita?

Apakah harus dengan ahlinya?

Bagaimana kita bisa menemukan ahlinya?

                            


Naaahhh!!!!!


1.  Disinilah gunanya membaca

Makanya dibuatlah pepatah

Membaca adalah jembatan ilmu

Banyak membaca , Banyak ilmu

Membaca buku membuka jendela dunia

Buku adalah gudang ilmu , Membaca adalah kuncinya

Dan masih banyak kata-kata lain tentang membaca buku


2.  Jika tak temukan buku yang dicari atau mungkin anda malas membaca buku. Bertanyalah!

Kelemahan dalam bertanya menurutku adalah tergantung sifat orang yang kita tanya

Lihat sekeliling anda. Contoh kecilnya adalah SAHABAT

Jika pertanyaan anda penting jangan sesekali bertanya pada orang yang konyol. Itu dapat merusak mood anda

Jika menurut anda pertanyaan anda tak bisa dijawab oleh sahabat anda atau orang sekitar anda

Maka bertanya dengan orang yang lebih dewasa. Contohnya : Atasan kerja, Dosen, Guru, Orang tua, atau mungkin Paman atau Bibi anda yang sekiranya punya pengetahuan yang lebih luas


3.  Jika anda malas dengan keduanya. Lihatlah di GOOGLE.

Namun ingat informasi yang anda dapat di google harus anda perhatikan dengan cermat. Terutama menyangkut hal yang berbau gosip atau berita. Kerana media rela mengorbakan apa saja demi rating. Cermati faktanya.

Kelemahan netizen adalah men-judge orang dengan sangat sangat cepat. Padahal belum tentu itu benar.

Mungkin tersangka hanya bilang “A” lalu media membubuhinya dengan huruf “B,C,D atau kalau perlu Z sekalian”

Semua hanya demi rating.


Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar